7 Hal yang Perlu Diingat Jika Kamu Ingin Membuat Kesan Pertama yang Baik

Kesan pertama itu penting—kesan pertama bahkan bisa menentukan apakah sebuah pertemuan akan berkembang menjadi asmara. Guna meningkatkan peluang agar pertemuan barumu berubah menjadi cinta, berikut 7 poin yang perlu diingat untuk membantumu menciptakan kesan pertama yang baik.

1. Saat pertama kali bertemu, pastikan untuk tersenyum.


Kesan yang kamu berikan saat bertemu akan menentukan seberapa mudah dirimu untuk didekati. Agar kesan baik tercipta, pastikan memasang senyum ramah pada pandangan pertama.

2. Jika kamu lupa namanya, tanyakan lagi.


Idealnya, kamu akan ingat, tapi terkadang mudah untuk melupakan ketika diperkenalkan kepada banyak orang sekaligus atau jika dia memiliki nama tidak biasa yang sulit diucapkan. Jika kamu lupa nama seorang pria, kumpulkan keberanian dan bertanyalah padanya. Dia mungkin akan merasa positif terhadapmu jika kamu tampak jelas menunjukkan ketertarikan untuk mengingatnya.

3. Jangan membuat hambatan bagi diri sendiri: “Aku punya cerita yang benar-benar lucu tentang hal itu.”


Jika itu merupakan pertemuan pertama dan kamu tidak tahu selera humor rekanmu, risikonya setiap lelucon yang kamu lontarkan bisa terdengar datar bagi dia. Jika kamu terlalu meninggikan ekspektasinya mengenai topik pembicaraan (misal, melebih-lebihkan kisah lucu yang kamu ceritakan), kemungkinan kamu berisiko mengecewakan dia.

4. Jangan berbicara tentang kisah suksesmu, tapi berbagilah cerita mengenai kegagalan-kegagalanmu—setidaknya yang lucu.


Berbicara terlalu banyak tentang keberhasilanmu sendiri bisa terkesan sombong dan merusak kesan baik yang sedang kamu coba ciptakan. Alih-alih membangun citra keren bagi diri sendiri, lontarkan beberapa cerita ringan yang mengungkapkan kekuranganmu, dan ajak rekanmu tertawa bersama. Dia bahkan mungkin tertarik dengan kejujuranmu. Namun hati-hati—hindari menceritakan sesuatu yang benar-benar buruk, seperti kesalahan kerja fatal, karena keadaan bisa menjadi canggung dan kamu tidak mungkin bisa meralat pembicaraan.

5. Jika dia berbicara dengan bangga tentang pekerjaannya, tunjukkan ketertarikanmu.


“Jadi, apa yang harus kamu perhatikan saat melakukan X?” Dengan menanyakan detail tentang sikap atau kebijaksanaan kerjanya, kamu bisa memperpanjang obrolan. Mendengarkan dengan penuh antusias pasti akan meninggalkan kesan yang baik bagi dia.

6. Jangan bersikap dingin terhadapnya, meskipun selera berbusana dia buruk.


Bersikaplah baik padanya, meskipun dia tidak punya selera mode. Perlakukan orang dengan sama terlepas dari penampilan dan kamu akan bisa melihat seperti apa diri mereka sebenarnya. Jika terang-terangan memberi perlakuan khusus hanya kepada pria tampan, kamu bisa tampak sebagai orang yang berpikiran dangkal.

7. Jika dia bertanya, “Apa tipemu?” jawablah dengan samar.


Jika kamu terlalu spesifik, dia mungkin berpikir, “Aku rasa tidak ada harapan bagiku.” Memberi jawaban yang tidak jelas bisa menjadi ide bagus agar rekanmu tahu bahwa dia kemungkinan memiliki kesempatan.