9 Cara Mendekati Mantan Kekasih untuk Balikan

Jika kamu ingin balikan dengan mantan, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah kembali menjadi bagian dalam kehidupan sosialnya. Apa yang bisa kamu lakukan agar dia menyukai kamu lagi tanpa terkesan terlalu mencolok? Kami telah menyurvei sejumlah wanita tentang hal ini. Jadi, inilah sembilan cara untuk mendekati dan balikan dengan mantan kekasih.

1. Tanyakan bagaimana kabarnya dan lihat apa yang terjadi.


“Saya pikir sebaiknya kamu mengukur situasi lebih dulu, dan jika kamu mendapatkan respons yang baik, kamu bisa melanjutkan dari sana.”
Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menghubungi dia. Jika kamu bisa mengobrol santai tanpa canggung, berarti tidak ada masalah untuk tetap berhubungan dan pelan-pelan mendekatinya.

2. Ambil pendekatan sopan, dan tanyakan apakah kamu berdua bisa berteman lagi.


“Kejujuran itu penting, jadi saya pikir sebaiknya kamu memberi tahu dia bahwa kamu menginginkan dia dalam hidup kamu.”
Mulailah sebagai teman, kemudian lihat perkembangannya. Jika kamu tulus dan benar-benar ingin memulai lagi, dia semestinya bisa menerimanya dengan baik.

3. Sering-sering mengirim pesan supaya dia ingat bahwa dulu kamu berdua sangat dekat.


“Saya mulai mengirim pesan lebih sering daripada biasanya, dan jika dia tampaknya tidak keberatan, tingkatkan intensitasnya.”
Dengan menambah jumlah pesan yang kamu kirimkan dengan wajar, kamu bisa menciptakan kesan seakan-akan segalanya masih seperti dulu. Begitu kamu berdua bisa bicara seperti semula seakan-akan tidak ada yang berubah, kamu bisa bertanya apakah dia ingin mencoba kesempatan kedua bersama kamu.

4. Renungkan penyebab berakhirnya hubungan dan kesalahan kamu, dan katakan kepadanya bahwa kamu sedang berusaha memperbaiki diri.


“Mantan kekasih tidak akan yakin sampai ganjalan di antara kalian berdua hilang.”
Dengan meminta maaf tentang apa pun yang mengakhiri hubungan, kamu bisa membuat mantan mempertimbangkan awal yang baru. Katakan dengan spesifik apa yang sedang kamu perbaiki supaya terdengar meyakinkan.

5. Minta dia untuk menemui kamu berdua saja dengan mengatakan bahwa kamu ingin bicara.


“Tidak ada yang akan berubah kecuali jika kamu bertemu empat mata, jadi cari atau buat alasan untuk bertemu.”
Mengambil pendekatan langsung dan meminta dia untuk bertemu mungkin justru efektif. Kamu harus meyakinkan dia untuk mau bertemu, jadi cobalah menjelaskan masalah kamu dengan singkat sebelumnya.

6. Ambil risiko dan tanyakan apakah dia sudah punya kekasih baru.


“Kamu bisa bertanya sambil bercanda, dan jika dia menjawab, ‘Tidak’, berarti kamu punya kesempatan.”
Kamu tidak perlu menebak-nebak lagi apakah dia sudah punya kekasih baru atau belum. Jika tidak ada tanda-tanda bahwa dia sudah punya pasangan, kamu bisa mengarahkan percakapan ke topik hubungan dan menyelipkan kata-kata, “Kalau kamu merasa kesepian, bagaimana kalau kencan sama aku lagi?”

7. Minta sarannya, sambil menekankan bahwa kamu hanya bisa mengadu kepadanya.


“Belum tentu dia menjauhi kamu jika kamu bersikap sedikit membutuhkan.”
Meminta bantuannya demi masa lalu bisa memudahkan jalan kamu untuk masuk lagi ke dalam hidupnya. Gunakan frasa seperti, “Cuma kamu,” dan “Aku paling percaya sama kamu.” Dia tidak akan bisa menjauh dari kamu.

8. Ajak dia makan siang/malam di restoran yang biasa.


“Saya pikir cara terbaik adalah menghidupkan kembali masa-masa bahagia yang kami lalui bersama.”
Asalkan kamu sudah memberi dia waktu untuk menenangkan diri setelah putus, kamu bisa membicarakan lagi masa-masa yang sudah dilalui, dan itu akan mendekatkan kamu kepadanya.

9. Jujur (tapi rendah hati) dan katakan bahwa kamu belum melupakan dia.


“Saya pikir langkah terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mengatakan terus terang, asalkan kamu tidak memaksa.”
Mungkin cara terbaik adalah mengutarakan perasaan dengan jujur. Jangan buru-buru dan bertanya apakah dia ingin balikan, cukup jelaskan bahwa kamu masih menyimpan perasaan untuknya dan tunggu bagaimana reaksinya.