9 Sisi Mengejutkan yang Ditemukan Pria pada Pacarnya

Seiring dengan kematangan suatu hubungan, pria akan melihat sekilas kebenaran tersembunyi tentang dirimu yang tidak diketahui sebelumnya. Dalam beberapa kejadian, kepribadian yang tidak pernah terlihat sebelumnya merupakan kebalikan dari apa yang diharapkan pria dan mereka terkejut dengan apa yang telah ditemukan. Hari ini, berdasarkan hasil survei yang dikumpulkan daripara pria tentang hubungan mereka saat ini, kami akan membagikan momen-momen saat mereka menemukan sisi tak terduga dari pacar mereka.

1. Pacarku yang biasanya sopan, berbicara kasar dengan bahasa yang kotor.


“Dia benar-benar membuatku takut. Siapa orang yang biasanya aku lihat?” Kamu telah menunjukkan sikap yang sopan dan kalem di masa lalu, tapi satu kemarahan menghancurkan segalanya. Sekarang dia tidak yakin siapa “kamu” sebenarnya. Meskipun di suasana yang panas, perhatikan sopan santun dan jaga mulutmu. Berhati-hatilah untuk tidak menyinggung perasaannya.

2. Pacarku yang biasanya percaya diri, takut dengan cerita paranormal.


“Tidak masalah; aku ingin melihat sisi itu sesekali (Haha).” Memiliki fobia atau ketakutan tertentu sangat umum di kalangan wanita dan pria sering kali menganggap ini sangat lucu. Jangan melebih-lebihkan dan atau membuat-buatnya. Jika kamu benar-benar takut, jujurlah tentang hal itu.

3. Pacarku yang biasanya bersikap santai, bersorak kegirangan saat mengetahui kemalangan telah menimpa musuh bebuyutannya.


“Dia berkata, ‘Haha! Sukurin!’ dan aku merasa merinding ketakutan.” Menunjukkan kebahagiaan di atas penderitaan orang lain bukanlah sikap yang baik. Pacarmu akan terkejut. Baginya, hubungan kompleks dan kompetitif di antara perempuan sangat sulit untuk dipahami. Jangan sampai terlihat; jikatidak, dia akan berpikir bahwa kamu memiliki sisi yang benar-benar gelap dalam dirimu.

4. Pacarku yang biasanya tenang menjadi posesif dan pencemburu.


Kamu sendiri punya banyak teman laki-laki, tapi ketika menyangkut pacar, kamu menjadi posesif dan mengendalikan. Benar-benar tidak adil. Jika kamu memperbolehkan diri sendiri untuk menikmati pertemanan dengan lawan jenis, maka wajar baginya bila menikmati hal yang sama.

5. Dia memiliki selera berpakaian yang sempurna namun kamarnya penuh dengan boneka dan mainan.


“Tidak ada yang perlu dipermalukan… tapi aku tertegun saja.” Ini hanya masalah selera. Namun, jika gayamu biasanya modern dan terbaru, dia akan sangat terkejut saat mengetahui bahwa kamu menyukai boneka-bonekaan atau patung fantasi. Untuk menghindari keterkejutan yang tidak diinginkan, beritahu dia dengan bijak tentang koleksi rahasiamu.

6. Pacarku yang biasanya lihai, canggung dalam melakukan hal-hal.


“Sangat mengecewakan mengetahui bahwa dia bahkan tidak bisa membuka sumbat gabus dari botol anggur.” Banyak yang percaya pada stereotip bahwa wanita memiliki keterampilan praktis yang mengesankan. Pacarmu mungkin kaget jika kamu bertingkah seperti memiliki dua tangan kiri. Itu hanyalah sifat dan bukan kecacatan, tapi kamu harus mampu menangani tugas sehari-hari yang sederhana.

7. Dia tampak begitu suci dan berbudi baik tapi dia sangat haus akan perhatian pria.


“Dia seperti penggoda yang tak tahu malu. Terkadang dia menjadi seorang wanita penggoda sejati.” Tentu, rasanya menyenangkan menjadi pusat perhatian, terutama dari lawan jenis. Tapi, jika kamu mendambakan terlalu banyak perhatian, pacarmu tidak akan merasa senang. Jangan mengabaikan dia. Lebih penting untuk menganggap hubungan serius daripada menikmati pusat perhatian yang hanya sementara.

8. Dia tampak jujur dan benar tapi aku mengetahui dia berbohong tentang hal-hal kecil.


“Jika dia tidak jujur tentang hal ini, kebohongan kecil mana yang akan dia katakan? Itu membuatku berpikir dua kali.” Kebohongan kecil tetap saja menyimpang dari kebenaran dan pacarmu akan menganggap ketidakjujuranmu meresahkan. Kamu tidak ingin dicap sebagai pembohong. Kamu perlu membangun kepercayaanmu setiap hari dengan bersikap jujur kepadanya.

9. Pacarku yang “ahli memasak” tidak bisa membuat makanan.


“Aku menemukan bahwa semua bekal makan siang yang dia bawa untukku disiapkan oleh ibunya…” Kamu mencoba jurus “ahli memasak” untuk memenangkan hatinya, tapi sekarang telah menjadi bumerang. Kebenaran akhirnya mencuat ke permukaan seiring hubungan yang semakin matang. Alih-alih mencoba mempertahankan topengmu, gunakan waktu dengan bijaksana untuk meningkatkan keterampilan memasakmu.